Smart TV vs Android TV Pahami 4 Perbedaan Kunci Sebelum Beli

Di pasar elektronik Smart TV modern, seringkali menjadi label umum untuk televisi yang bisa terhubung ke internet. Namun, ketika Anda mulai membandingkan produk, Anda akan menemukan kategori spesifik seperti Samsung dengan Tizen, LG dengan WebOS, dan TV dengan sistem operasi Android Google (Android TV).

Kebingungan sering muncul: Apakah Android TV berbeda dari Smart TV biasa? Jawabannya, ya. Android TV adalah salah satu jenis, tetapi memiliki perbedaan fundamental yang memengaruhi pengalaman pengguna. Untuk membantu Anda memilih, berikut adalah 4 Perbedaan Kunci yang wajib Anda pahami sebelum membeli baru.

Di balik menu pengaturan, ada 5 Fitur Tersembunyi yang dirancang untuk bikin nonton film, game, atau pertandingan bola jadi lebih seru dan canggih.

4 Perbedaan Kunci Smart TV vs Android TV

1. Sistem Operasi dan Ekosistem

Perbedaan paling mendasar terletak pada inti perangkat lunaknya:

  • Smart TV (Non-Android): Jenis Smart TV ini menggunakan Sistem Operasi (Operating System) proprietary, artinya dikembangkan dan dikelola sendiri oleh produsen. Contohnya adalah Tizen OS (Samsung), webOS (LG), atau Vidaa OS (Hisense). OS ini dirancang sangat sederhana, cepat, dan hanya optimal untuk hardware TV tersebut.
  • Android TV: Jenis Smart TV ini sepenuhnya ditenagai oleh Android TV OS, sistem operasi yang dikembangkan oleh Google. Karena berbasis Android, ia terintegrasi penuh dalam ekosistem Google.

2. Ketersediaan Aplikasi (Google Play Store)

Fleksibilitas aplikasi menjadi pemisah utama antara kedua jenis ini:

  • Smart TV (Non-Android): Pilihan aplikasi sangat terbatas pada apa yang disediakan dan diverifikasi oleh produsen di toko aplikasi mereka. Anda mungkin hanya menemukan aplikasi streaming populer (Netflix, YouTube, Disney+) dan tidak bisa menginstal aplikasi pihak ketiga secara bebas.
  • Android TV: Karena memiliki akses ke Google Play Store, Android TV menawarkan ribuan aplikasi, mulai dari layanan streaming lokal, game, hingga utilitas, sama seperti yang Anda temukan di smartphone Android. Fleksibilitas ini membuat Android TV jauh lebih unggul bagi pengguna yang suka kustomisasi.

3. Integrasi Google Assistant dan Chromecast Bawaan

Fitur cerdas yang terintegrasi menjadi nilai jual spesifik Android TV:

  • Smart TV (Non-Android): Beberapa sudah memiliki kontrol suara (seperti Bixby atau Alexa), namun fitur screen mirroring (pencerminan layar) seringkali terbatas hanya pada perangkat merek yang sama.
  • Android TV: Dilengkapi dengan fitur bawaan Google yang esensial, yaitu Google Assistant (voice command yang powerful) dan Chromecast Built-in. Fitur Chromecast memungkinkan mirroring layar smartphone Android/iOS ke secara nirkabel dan mudah tanpa perlu alat tambahan.

4. Pembaruan Sistem (Update Firmware)

Dukungan jangka panjang sangat krusial dalam dunia Smart TV:

  • Smart TV (Non-Android): Pembaruan sistem operasi (firmware) cenderung jarang dan sangat tergantung pada kebijakan produsen. Seringkali, dukungan update dihentikan setelah beberapa tahun, membuat TV menjadi usang.
  • Android TV: Google secara rutin merilis pembaruan keamanan dan firmware untuk Android TV OS, yang membuat perangkat lebih future-proof. Selama produsen TV mendukung, perangkat Anda akan terus menerima pembaruan, menjaga kompatibilitas aplikasi.

Bagi yang sedang merencanakan pengadaan atau pembelian TV pintar, Anda Wajib tahu 7 Perbedaan Utama antara Smart TV konvensional, Android TV, dan Google TV.

Rekomendasi Pembelian

  • Pilih Smart TV (Non-Android) Jika: Anda hanya membutuhkan aplikasi streaming standar (YouTube, Netflix), menyukai antarmuka yang sangat sederhana, dan mengutamakan kecepatan navigasi dasar.
  • Pilih Android TV Jika: Anda memerlukan fleksibilitas penuh untuk menginstal berbagai aplikasi, menggunakan voice command Google Assistant secara intensif, dan ingin integrasi sempurna dengan perangkat Google Anda lainnya.

Kesimpulan

Pada dasarnya, Android TV adalah evolusi dari Smart TV konvensional dengan chip Google di dalamnya. Pilihan Anda harus didasarkan pada kebutuhan aplikasi dan preferensi ekosistem. Jika Anda menyukai kebebasan dan fitur Google, pilih Android TV. Jika Anda lebih suka antarmuka yang sangat ringkas dan stabil, Smart TV proprietary adalah pilihan tepat.

Tertarik melihat bagaimana produk kami bisa membantu bisnis Anda? Lihat detail produk kami di Katalog Inaproc Rehobot Sukses Mandiri

FAQ

1. Apakah Tizen dan WebOS sama dengan Android TV?

Tidak. Tizen (Samsung) dan webOS (LG) adalah Sistem Operasi proprietary yang menjadi kompetitor Android TV. Keduanya adalah jenis yang berbeda dari Android TV.

2. Apakah semua Smart TV bisa menginstal aplikasi game?

Umumnya tidak. Hanya Android TV yang dapat mengunduh ribuan aplikasi, termasuk game, melalui Google Play Store. proprietary hanya mengizinkan aplikasi tertentu dari toko aplikasi mereka.

3. Apakah Smart TV bisa digunakan tanpa internet?

Ya. Semua tetap berfungsi sebagai televisi biasa untuk menonton siaran TV (digital/analog) atau input HDMI dari perangkat lain, tanpa perlu koneksi internet.